Unsur Logam: Karakteristik dan Perbedaannya dengan Non Logam

unsur logam

wtoseattle.org

Berdasarkan ilmu Kimia, zat murni yang tidak bisa diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana melalui sebuah reaksi kimia disebut dengan istilah unsur.

Berdasarkan kriteria tertentu, unsur-unsur ini ditempatkan pada sistem periodik yang mencakup unsur logam, semilogam atau metaloid, dan non logam yang memiliki karakteristik khas.

Unsur yang termasuk dalam kelompok logam memiliki karakteristik khusus yang membuatnya mudah dibedakan dari unsur lainnya, seperti wujudnya yang padat (kecuali air raksa), penghantar listrik yang baik, titik didih atau titik leleh yang tinggi, dan dapat dibentuk menjadi lembaran atau lempengan. Beberapa unsur yang termasuk dalam kelompok logam antara lain perak, emas, besi, tembaga, dan alumunium.

Perbedaan Logam dan Non Logam

Perbedaan Logam dan Non Logam
sainskimia.com

Dalam sistem periodik, selain unsur logam, ada juga unsur semi logam dan non logam. Ketiga kelompok tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Contohnya adalah kemampuan logam yang sangat baik dalam menghantarkan listrik maupun panas yang disebut dengan konduktivitas.

Dengan konduktivitasnya yang tinggi, logam pun biasa disebut sebagai konduktor, yaitu suatu zat yang mampu menghantarkan panas maupun listrik. Namun, pada unsur non logam, sifat konduktivitas tersebut berbeda.

Berikut beberapa perbedaan mendasar antara logam dan non logam:

1. Wujud

Unsur-unsur yang termasuk dalam kategori logam umumnya berwujud padat, kecuali air raksa (Hg) yang berwujud cair. Dengan wujudnya yang padat, logam dapat dibentuk, dipipihkan, dan ditempa meski harus dipanaskan terlebih dahulu agar menjadi lebih lunak dan lebih mudah dibentuk.

Sebaliknya, unsur non logam hadir dalam wujud yang bermacam-macam baik padat cair, maupun gas. Selain itu, unsur non logam juga sulit untuk ditempa karena sebagian besar tidak memiliki sifat lentur dan daktilitas seperti halnya logam. Maksudnya, unsur non logam cenderung hancur saat ditempa.

2. Konduktivitas

Konduktivitas berarti kemampuan suatu benda dalam menghantarkan panas atau listrik. Logam memiliki konduktivitas yang tinggi sehingga mampu menghantarkan energi listrik maupun panas dengan baik.

Oleh karena itulah logam juga dikenal sebagai konduktor atau penghantar panas maupun listrik yang baik.

Tidak seperti logam, konduktivitas non logam tidak sebaik logam. Justru cenderung sulit untuk menghantarkan listrik maupun panas. Oleh karena itulah unsur non logam lebih dikenal dengan sebutan isolator, yaitu penghambat panas atau listrik.

Meski begitu, unsur non logam tetap memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia sama seperti logam.

Baca juga: Jenis Logam: Pengertian, Sifat dan Kegunaannya

3. Tampilan

Dari segi tampilan, unsur logam umumnya bersifat mengilap atau berkilau. Hal ini sangat berbeda dari non logam yang tidak mengilap. Kilauan pada logam dapat dilihat karena bahan tersebut mampu memantulkan partikel cahaya berkat lautan elektron valensi yang dimilikinya.

Berkat itulah hampir semua logam memiliki permukaan yang berkilau. Namun, kilauan tersebut dapat memudar apabila logam tidak dirawat dengan baik sehingga permukaannya penuh debu atau kotoran. Karat juga dapat membuat permukaan logam kehilangan kilauannya.

4. Titik titik didih dan titik leleh

Seperti benda lain pada umumnya, material ini punya titik didih dan juga titik leleh pada suhu tertentu. Artinya, logam membutuhkan energi panas yang besar untuk sampai pada titik didih dan titik lelehnya.

Tidak seperti logam, titik didih dan titik leleh non logam lebih rendah sehingga energi panas yang dibutuhkan untuk melelehkan bahan non logam pun lebih sedikit. Tingginya titik leleh dan titik didih logam disebabkan oleh ikatan logam yang kuat.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *